Pada suatu hari, bersama beberapa temannya,
Nashrudin berwisata ke sebuah hutan. Bersama mereka, ikut juga seorang
kaya-raya yang terkenal kikir. Setelah makan, mereka naik perahu di
sebuah telaga yang lumayan besar. Tanpa disengaja, si orang kaya yang
kikir tergelincir dari perahu hingga tercebur ke dalam telaga dan nyaris
tenggelam karena ia tak bisa berenang. Teman-teman Nashrudin saling
berlomba untuk menyelamatkan orang kaya itu dan berseru, "Berikan
tanganmu! Berikan tanganmu!" Tapi, meski sudah diteriaki berulang kali
dan hampir tenggelam, orang itu tetap tak mau juga mengulurkan
tangannya. Nashrudin melihat hal ini dan menyuruh teman-temannya
minggir, "Menyingkirlah kalian karena kalian tak tahu cara menolongnya.
Ia nyaris tenggelam dan tak mendengar ucapan kita. Orang pelit tidak
pernah mengenal kata 'memberi', tapi mereka biasa memakai kata
'mengambil'. Lihatlah caraku menolong orang ini."
Maka Nashrudin
mendekat ke arah orang kaya yang sedang megap-megap tersebut dan
berkata, "Tuan Bakar Afandi, Ambillah tanganku! Cepat, ambil tanganku!"
Seketika itu juga si orang kaya meraih tangan Nashrudin, dan berkata,
"Semoga Allah meridhoimu, wahai saudaraku!" Lalu Nashrudin menarik orang
itu dan akhirnya berhasil menyelamatkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar